
infosumatra.Id. Jakarta | Poros Muda Sriwijaya menyampaikan apresiasi terhadap berbagai langkah strategis Pemerintah Kota Lubuklinggau di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Rachmat Hidayat. Organisasi ini menilai pemerintah kota berhasil memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama penggerak ekonomi daerah melalui kebijakan yang terukur dan berbasis data.
Saat ini, Lubuklinggau memiliki sekitar 8.400 UMKM terdaftar, menjadikannya salah satu kota dengan kepadatan pelaku usaha mikro yang cukup tinggi di Sumatera Selatan. Namun, pelaku usaha masih menghadapi tantangan klasik seperti keterbatasan modal, skala usaha kecil, dan akses pasar digital yang belum optimal.
Bantuan Modal Tepat Sasaran
Menjawab persoalan tersebut, Wali Kota H. Rachmat Hidayat meluncurkan program bantuan modal sebesar Rp2 juta bagi UMKM dengan omzet Rp3–5 juta per bulan. Pada tahap awal, pemerintah menargetkan 1.000 penerima manfaat.
Ketua Dewan Pengurus Pusat Poros Muda Sriwijaya, Sa’adillah Muqsit, menilai kebijakan tersebut mencerminkan pendekatan pembangunan yang presisi dan modern.
“Fokus bantuan kepada UMKM beromzet Rp3–5 juta merupakan strategi yang tepat. Kelompok ini memiliki potensi pertumbuhan paling cepat jika mendapat stimulus. Pemerintah kota tidak sekadar memberi bantuan, tetapi menyasar segmen yang memiliki daya dorong ekonomi signifikan,” ujar Muqsit.
Ia juga mengapresiasi penerapan verifikasi tiga lapis melalui RT, kelurahan, dan Dinas Koperasi. Menurutnya, langkah itu memperkuat prinsip tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan meminimalkan risiko bantuan tidak tepat sasaran.
Menuju Fase Lompatan Ekonomi
Poros Muda Sriwijaya menilai kebijakan Pemkot Lubuklinggau telah menggeser paradigma pembangunan menuju fase lompatan ekonomi baru (economic leap phase). Intervensi modal yang terarah dinilai mampu memperkuat basis produksi lokal, meningkatkan kapasitas usaha, dan memperkokoh rantai pasok berbasis daerah.
Selain itu, kebijakan ini berjalan seiring dengan agenda digitalisasi pemerintah daerah dalam prioritas RKPD 2025. Integrasi antara transformasi digital dan penguatan ekonomi rakyat dinilai menjadi fondasi penting bagi pembangunan ekonomi modern yang adaptif dan efisien.
Ketua Bidang Kajian Strategis Poros Muda Sriwijaya, Pebra Alvika, menyebut terobosan tersebut sebagai langkah progresif di tingkat pemerintahan kota.
“Kebijakan Wali Kota H. Rachmat Hidayat bukan hanya stimulus jangka pendek, tetapi membangun pondasi ekonomi baru. Jika diperkuat dengan pelatihan, digitalisasi, dan perluasan akses pasar, Lubuklinggau berpotensi menjadi kota rujukan pengembangan UMKM di Sumatera Selatan,” tegasnya.
Catatan Kritis: Pendampingan Jadi Kunci
Meski memberikan dukungan penuh, Poros Muda Sriwijaya menekankan pentingnya penguatan pendampingan. Organisasi ini menilai keberhasilan program tidak cukup hanya dengan injeksi modal, tetapi harus diiringi peningkatan literasi digital, literasi keuangan, serta perluasan akses pasar daring.
“Kami mendukung kebijakan ini. Namun pemerintah harus memastikan pendampingan UMKM berjalan optimal. Tanpa itu, program berisiko menjadi bantuan jangka pendek semata,” tutup Muqsit.
Poros Muda Sriwijaya memandang Kota Lubuklinggau tengah berada pada momentum strategis untuk bertransformasi dari kota perdagangan konvensional menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis UMKM modern dan terintegrasi digital. Dengan kebijakan berbasis data dan intervensi terukur, pemerintahan H. Rachmat Hidayat dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi lokal sekaligus membuka peluang terbentuknya pusat gravitasi ekonomi regional di Sumatera Selatan















