
InfoSumatra.Id.Jakarta. Seorang pengguna bus Transjakarta melaporkan dugaan pelecehan seksual pada Kamis, 15 Januari 2026, sekitar pukul 18.20 WIB. Peristiwa itu terjadi di bus Transjakarta Koridor 1A rute Balai Kota–Pantai Maju. Saat kejadian, bus dalam kondisi padat dan banyak penumpang berdiri.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi Onkoseno Grandiarso Sukahar, menyatakan bahwa polisi menangkap dua pria yang diduga terlibat. Kedua terduga pelaku berinisial HW dan FTR. Polisi melakukan penangkapan pada Jumat, 16 Januari 2026, setelah menerima laporan dari korban.
Korban berdiri di dalam bus bersama penumpang lain. Tidak lama kemudian, seorang penumpang mencium aroma tidak lazim dan mempertanyakannya. Sesaat setelah itu, korban merasakan cairan mengenai bagian belakang pakaiannya.
Pada awalnya, korban mengira cairan tersebut berasal dari pendingin udara bus. Namun, penumpang lain melihat kejanggalan dan mencurigai adanya tindakan tidak senonoh di dalam bus.
Kondektur Transjakarta bersama penumpang lain langsung mengamankan dua pria yang dicurigai. Mereka memisahkan keduanya dari korban untuk menjaga situasi tetap kondusif. Setelah itu, petugas menyerahkan kedua pria tersebut kepada pihak kepolisian.
Penyidik mengamankan pakaian korban yang diduga mengandung cairan biologis pelaku. Polisi juga memeriksa dua saksi untuk memperkuat penyidikan.
Onkoseno menegaskan bahwa kepolisian akan memproses kasus ini sesuai ketentuan hukum. Penyidik menjerat kedua terduga pelaku dengan pasal perbuatan asusila di ruang publik sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Ia mengimbau masyarakat agar berani melapor jika mengalami atau menyaksikan pelecehan seksual di fasilitas umum dan transportasi massal. Menurutnya, laporan masyarakat membantu mencegah kejadian serupa.
Sebelumnya, seorang penumpang merekam kondisi di dalam bus Transjakarta yang penuh sesak. Dalam video tersebut, penumpang itu mencium bau mencurigakan dan menegur terduga pelaku. Penumpang lain kemudian melihat cairan putih yang diduga sperma pada bagian belakang celana korban.
Video tersebut menyebar luas di media sosial dan memicu perhatian publik.















