Hujan Deras Picu Banjir di Sungai Serut Bengkulu, Ratusan Rumah Warga Terendam

Banjir Di Bengkulu, Pemkot Bengkulu Siagakan Evakuasi Banjir

Siaga Banjir Bengkulu
(Pemkot Bengkulu Siaga Evakuasi Banjir, Masyarakat Diharapkan Untuk Waspada)

infosumatra.id | Bengkulu, 03 Januari 2026 – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Bengkulu dalam beberapa hari terakhir memicu banjir di sejumlah kawasan permukiman. Kecamatan Sungai Serut menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling signifikan, dengan ratusan rumah warga tergenang air pada ketinggian yang bervariasi.

Camat Sungai Serut yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Abriadi, menyatakan banjir melanda beberapa kelurahan dengan tingkat keparahan berbeda. Menurutnya, kondisi geografis wilayah serta sistem drainase yang belum memadai menyebabkan air hujan cepat menggenangi permukiman warga.

“Wilayah terdampak tersebar di beberapa kelurahan. Di Kelurahan Semarang, banjir merendam RT 6 dan RT 7. Sementara di Kelurahan Surabaya, RT 21 menjadi lokasi terparah karena berada di kawasan cekungan. Bahkan hujan ringan saja sudah bisa memicu genangan,” kata Abriadi.

Sejumlah Kelurahan Terdampak Parah

Selain Kelurahan Semarang dan Surabaya, banjir juga melanda Kelurahan Sukamerindu, khususnya di RT 8 dan RT 9. Di Kelurahan Tanjung Jaya, air menggenangi rumah warga di RT 1. Kondisi ini menghambat aktivitas masyarakat dan membuat sebagian warga bersiaga menghadapi kemungkinan evakuasi.

Merespons situasi tersebut, pemerintah kecamatan bersama perangkat daerah terkait langsung turun ke lapangan. Mereka fokus memastikan keselamatan warga sekaligus menekan potensi dampak lanjutan akibat banjir.

“Saat ini kami bergerak ke Kelurahan Sukamerindu untuk mendirikan tenda darurat. Kami juga menyiapkan perahu evakuasi serta dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak,” ujar Abriadi.

Sebelumnya, Abriadi bersama Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bengkulu meninjau langsung Perumahan Ejuka di Kelurahan Bentiring yang juga terdampak banjir. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kondisi warga sekaligus menentukan langkah penanganan paling mendesak di lapangan.

Berdasarkan pendataan sementara, banjir di Kecamatan Sungai Serut berdampak pada sekitar 100 rumah warga. Kelurahan Tanjung Jaya dan Sukamerindu tercatat sebagai wilayah dengan dampak terparah karena ketinggian air relatif tinggi dan bertahan lebih lama.

“Sekitar seratus rumah terdampak. Kondisi paling parah terjadi di Tanjung Jaya dan Sukamerindu karena air cukup tinggi dan tidak cepat surut,” tambahnya.

Hingga kini, pemerintah daerah bersama tim gabungan dari berbagai instansi terus memantau perkembangan banjir. Selain menyiagakan evakuasi, pemerintah memastikan ketersediaan logistik, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar bagi warga terdampak sambil menunggu kondisi cuaca membaik.

Ke depan, pemerintah daerah mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan pengelolaan lingkungan di wilayah rawan banjir. Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko banjir berulang setiap musim hujan.

infosumatra.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *