infosumsel.id (28 Desember 2015) – Pergerakan harga pangan nasional pada hari ini menunjukkan tren penurunan di sejumlah komoditas strategis. Secara rata-rata nasional, harga beras, cabai, bawang, telur, hingga minyak goreng tercatat mengalami koreksi dibandingkan hari sebelumnya. Kondisi ini terjadi menjelang akhir tahun, saat kebutuhan konsumsi rumah tangga umumnya meningkat.
Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Minggu (28/12/2025) pukul 09.51 WIB, penurunan harga terjadi hampir merata pada komoditas pangan pokok. Harga beras premium tercatat turun sebesar 1% menjadi Rp15.368 per kilogram (kg). Sementara itu, harga beras medium turun lebih dalam, yakni 1,13% menjadi Rp13.362 per kg. Adapun beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga mengalami penurunan sebesar 0,57% menjadi Rp12.382 per kg.
Penurunan harga beras tersebut mengindikasikan relatif terjaganya pasokan di pasar, baik dari produksi domestik maupun intervensi pemerintah melalui program stabilisasi harga. Beras SPHP, yang selama ini berperan sebagai penyangga harga di tingkat konsumen, masih berada pada kisaran yang relatif terjangkau.
Komoditas hortikultura turut mencatatkan penurunan harga yang cukup signifikan. Harga bawang putih bonggol turun 3,65% menjadi Rp36.734 per kg, sedangkan bawang merah terkoreksi lebih dalam sebesar 6,78% menjadi Rp43.798 per kg. Penurunan harga bawang ini sejalan dengan melimpahnya pasokan di sejumlah sentra produksi serta distribusi yang relatif lancar.
Pada kelompok cabai, tren penurunan juga terlihat cukup jelas. Harga cabai merah keriting turun 4,31% menjadi Rp48.488 per kg. Harga cabai rawit merah turun 6,30% menjadi Rp62.406 per kg. Sementara itu, harga cabai merah besar mencatatkan penurunan paling tajam, yakni sebesar 12,75% menjadi Rp40.555 per kg. Fluktuasi harga cabai selama ini kerap dipengaruhi oleh faktor cuaca dan pola panen, namun penurunan kali ini mencerminkan kondisi pasokan yang relatif mencukupi di pasar.
Selain komoditas hortikultura, beberapa bahan pangan pendukung juga mengalami penurunan harga. Harga kedelai biji kering impor tercatat turun 1% menjadi Rp10.698 per kg. Komoditas jagung di tingkat peternak mengalami koreksi harga yang cukup dalam, yakni turun 52,35% menjadi Rp6.774 per kg. Pergerakan harga jagung ini umumnya berkaitan dengan dinamika panen serta serapan di sektor peternakan.
Komoditas protein hewani juga menunjukkan tren penurunan. Harga telur ayam ras turun 1,71% menjadi Rp31.060 per kg. Sementara itu, harga daging ayam ras turun 1,31% menjadi Rp39.582 per kg. Harga daging sapi murni turut terkoreksi sebesar 0,98% menjadi Rp134.571 per kg. Penurunan harga protein hewani ini menjadi sinyal positif bagi daya beli masyarakat, terutama menjelang periode libur akhir tahun.
Pada komoditas lainnya, harga gula konsumsi tercatat turun 0,48% menjadi Rp17.971 per kg. Harga minyak goreng kemasan sederhana berada di level Rp20.730 per liter atau turun 0,82% dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, harga minyak goreng curah turun 1,66% menjadi Rp17.410 per liter. Adapun harga tepung terigu curah juga mengalami penurunan sebesar 1,26% menjadi Rp9.611 per kg.
Sementara itu, pergerakan harga ikan menunjukkan kondisi yang bervariasi. Harga ikan kembung tercatat naik tipis 0,21% menjadi Rp43.432 per kg. Sebaliknya, harga ikan tongkol turun 1,97% menjadi Rp35.014 per kg, dan harga ikan bandeng turun 6,05% menjadi Rp33.905 per kg. Variasi harga ikan ini dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan, kondisi cuaca, serta aktivitas penangkapan di wilayah perairan.
Secara keseluruhan, penurunan harga mayoritas komoditas pangan pada hari ini mencerminkan kondisi pasokan yang relatif stabil di tingkat nasional. Namun demikian, dinamika harga masih berpotensi berubah seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang pergantian tahun.









