Prabowo di Davos: Rakyat Indonesia Paling Bahagia dan Berkembang Versi Studi Global

Doc.InfoSumatra.Id

InfoSumatra.Id.Davos.Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2026 di Davos, Swiss, menjadi panggung bagi Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan capaian dan pandangannya tentang Indonesia, Kamis (22/1). Di hadapan para pemimpin dunia, ia mengutip hasil riset internasional yang menempatkan Indonesia sebagai bangsa paling bahagia dan paling berkembang.

Selama sekitar 40 menit, Prabowo berbicara dalam bahasa Inggris. Ia tak hanya menyinggung hasil survei global, tetapi juga memaparkan perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam sesi tersebut, ia tampil bersama Presiden sekaligus CEO WEF, Børge Brende.

“Saya sendiri terkejut, Gallup Poll dan Harvard University menemukan, melalui survei penelitian terhadap ratusan negara, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa paling bahagia, paling berkembang di dunia,” ujarnya. Pidato itu disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.

Hasil Global Flourishing Study

Riset yang ia maksud merupakan Global Flourishing Study, kolaborasi Harvard University, Baylor University, dan Gallup Poll. Publikasi ilmiahnya terbit di jurnal Nature Mental Health pada 30 April 2025.

Sebanyak 203 ribu responden dari 22 negara di enam benua terlibat dalam penelitian tersebut. Tim peneliti menilai tingkat kesejahteraan dengan konsep most flourishing, yang mencakup spiritualitas, kesehatan, kebahagiaan, makna hidup, karakter, relasi sosial, dan ketahanan finansial.

Dari pengukuran itu, Indonesia menempati peringkat pertama. Israel, Filipina, dan Meksiko berada di posisi berikutnya.

Optimisme di Tengah Keterbatasan

Meski hasil survei tersebut membanggakan, Prabowo mengaku merasakan kegembiraan sekaligus keprihatinan. Menurutnya, capaian itu belum sepenuhnya mencerminkan kondisi sebagian rakyat.

Ia menggambarkan masih adanya warga yang hidup dalam keterbatasan, mulai dari hunian tidak layak hingga minimnya akses air bersih dan sanitasi. Bahkan, sebagian masyarakat harus bertahan dengan makanan sangat sederhana.

“Saya tahu rakyat saya. Banyak dari mereka tinggal di gubuk-gubuk. Banyak dari mereka tidak memiliki air bersih. Banyak dari mereka tidak memiliki kamar mandi. Banyak dari mereka makan nasi dengan garam,” katanya.

Namun demikian, ia melihat harapan sebagai kekuatan utama bangsa. Senyum dan optimisme rakyat, menurutnya, menjadi modal penting untuk mendorong perubahan.

Target Ketahanan Pangan

Sebagai langkah konkret, Prabowo menegaskan komitmennya mengatasi kemiskinan struktural melalui penguatan ketahanan pangan. Indonesia, katanya, telah mencapai swasembada beras pada 2025.

Selanjutnya, pemerintah menargetkan swasembada jagung, gula, serta protein dalam empat tahun ke depan agar kesejahteraan nasional meningkat secara berkelanjutan.

infosumatra.id
Penulis: lanEditor: admin infosumatra.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *